Review EPOMAKER Galaxy 100 Lite: Keyboard 'Thock' Sultan, Harga Masuk Akal?
Hardware

Review EPOMAKER Galaxy 100 Lite: Keyboard 'Thock' Sultan, Harga Masuk Akal?

23 Februari 2026 | 6 Menit Baca | Raka Pratama

Bosan modifikasi keyboard berjam-jam demi suara 'creamy'? EPOMAKER Galaxy 100 Lite hadir dengan build aluminium tank dan akustik yang bikin telinga manja langsung dari pabrik.

Jujur aja, sebagai mantan audio engineer yang sekarang lebih sering ngetik artikel daripada mixing lagu, kuping saya agak rewel kalau urusan suara keyboard. Selama ini, cari keyboard mekanikal yang suaranya “enak” (baca: thocky, deep, nggak cempreng) itu PR banget. Pilihannya cuma dua: beli keyboard mahal banget, atau beli keyboard murah tapi harus di-oprek seharian—lubing switch satu-satu, pasang foam, tape mod, ribet lah pokoknya.

Nah, belakangan ini pasar keyboard lagi gila-gilanya. Brand-brand peripheral mulai sadar kalau kita nggak cuma butuh spek, tapi juga experience. Tiba-tiba muncul EPOMAKER Galaxy 100 Lite.

Nama “Lite” di sini agak menipu, sih. Pas barangnya datang, impresi pertama saya langsung: “Lho, kok berat?” Ini keyboard atau barbel? Dengan harga di kisaran $109 (sekitar Rp 1,7 jutaan kalau kurs lagi bersahabat), keyboard ini ngasih janji manis buat kalian yang pengen pengalaman ngetik premium tanpa perlu ribet modifikasi sana-sini.

Mari kita bedah, apakah suaranya semerdu janji manisnya?

Build Quality: Bukan Kaleng-Kaleng (Literally)

Hal pertama yang bikin saya kaget adalah bobotnya. Galaxy 100 Lite ini beratnya tembus 1,6 kg. Buat konteks, ini lebih berat dari kebanyakan laptop ultrabook zaman sekarang. Kenapa bisa seberat itu? Karena sasisnya bukan plastik murahan yang dicat metalik, tapi beneran full CNC-machined aluminum alloy.

Rasanya solid banget. Pas ditaruh di meja, dia diem anteng, nggak geser-geser meskipun kalian ngetik kayak orang lagi emosi jiwa. Nggak ada flex sama sekali. Kalau di dunia audio, ini kayak megang amplifier high-end jadul—dingin, berat, dan meyakinkan.

Desainnya sendiri pakai form factor 96%. Ini sweet spot banget buat saya. Ukurannya compact, hampir mirip TKL, tapi Numpad-nya masih ada. Buat kalian yang sering input angka di Excel atau shortcut productivity, Numpad itu harga mati. Arrow keys-nya agak dirapatkan buat menghemat ruang, plus ada volume knob di pojok kanan atas. Simpel, fungsional, ganteng.

Spesifikasi Teknis Galaxy 100 Lite

Form Factor
96% (Compact Full Size)
Material Case
CNC Aluminum Alloy
Switch
FEKER Marble White Linear (Pre-lubed)
Mounting
Gasket Mount
Battery
8000 mAh
Keycaps
PBT Cherry Profile

Akustik: Surga Buat Pecinta ASMR

Ini bagian favorit saya. Sebagai orang audio, saya percaya sound profile keyboard itu dipengaruhi oleh resonansi dan damping. Di sini EPOMAKER nggak main-main. Mereka nyebutnya “Gasket-mounted structure”, tapi kuncinya ada di lapisan peredamnya.

Keyboard ini dijejali lima lapis sound dampening:

  1. Poron sandwich foam
  2. IXPE switch pad
  3. Sound-Enhancement PET
  4. Bottom Foam
  5. Dan lapisan lain di antaranya

Hasilnya? Suaranya rich dan “thocky”. Nggak ada gema kosong (hollow) yang biasanya kedengaran di keyboard casing plastik atau aluminium murah. Setiap ketukan rasanya padat. Konsistensi suaranya di seluruh papan ketik (termasuk tombol spasi dan enter yang biasanya jadi penyakit) juga impresif.

Switch bawaannya adalah FEKER Marble White Linear. Karakteristiknya ringan, cuma butuh gaya tekan 42 gf. Karena sudah factory-lubed (dilumasi dari pabrik), rasanya licin banget, hampir tanpa gesekan (frictionless).

Typing Experience

Switch linear yang dipadukan dengan struktur gasket dan foam berlapis-lapis ini menghasilkan sensasi mengetik yang sangat halus. Tidak ada rasa “kasar” atau suara “scratchy”. Buat kerja ketik panjang, ini tipe keyboard yang bikin nagih dan nggak bikin jari cepat pegal.

Total travel-nya 3.5mm with pre-travel 2.0mm. Standar yang nyaman buat ngetik maupun gaming kasual. PCB-nya juga hot-swappable (support 3-pin dan 5-pin), jadi kalau bosan sama switch bawaan, tinggal cabut pasang aja. Tapi jujur, switch bawaannya udah enak banget, sayang kalau diganti.

Konektivitas dan Baterai Badak

Di era serba wireless ini, kabel di meja itu rasanya semrawut. Galaxy 100 Lite untungnya sudah Tri-Mode:

  1. Wired USB-C (buat gaming kompetitif biar 0 latency).
  2. Bluetooth (bisa connect ke tablet, HP, atau laptop kerja).
  3. 2.4GHz Dongle (koneksi wireless stabil rasa kabel).

Yang gila adalah baterainya. Kapasitasnya 8000 mAh. Ini gede banget buat ukuran keyboard. Biasanya keyboard mekanikal wireless mentok di 3000-4000 mAh. Dengan kapasitas segini, kalian bisa pakai berminggu-minggu tanpa perlu sering-sering nyolok kabel, tergantung seberapa terang kalian nyalain RGB-nya.

Performa & Daya

Kapasitas Baterai 8000 mAh
🔋
Jauh di atas rata-rata pasar
Actuation Force 42 gf
👇
Ringan & Responsif

Masalahnya… Ada Beberapa Kompromi

Tentu aja, nggak ada produk yang sempurna. Ada beberapa hal yang menurut saya agak mengganjal, dan kalian perlu tahu sebelum beli.

Pertama, Fixed Angle. Karena desain sasis aluminiumnya solid dan berat, keyboard ini nggak punya kaki peninggi (kickstand) yang bisa diatur. Sudut kemiringannya sudah paten dari sananya. Buat saya sih pas-pas aja, tapi kalau kalian terbiasa ngetik dengan sudut yang curam banget atau datar banget, ini mungkin jadi dealbreaker.

Kedua, RGB dan Legenda Keycap. Keycaps PBT-nya memang berkualitas (Cherry profile), warnanya gradasi hitam-abu-abu yang keren. TAPI, huruf-hurufnya (legend) itu opaque alias nggak tembus cahaya. Posisi LED-nya south-facing (menghadap ke pengguna), yang bagus buat kompatibilitas keycap, tapi karena legendanya nggak tembus, di tempat gelap kalian cuma bakal lihat cahaya di sela-sela tombol, bukan hurufnya. Kalau belum hafal mati posisi tombol, siap-siap meraba-raba dalam gelap.

Note Soal Software VIA

Keyboard ini kompatibel dengan VIA, software kustomisasi keyboard yang powerful banget. Tapi, nggak langsung plug-and-play kayak software gaming biasa. Kalian harus download file JSON dari website produsen, terus load manual di website usevia.app. Agak teknis (“ngulik”) dikit buat pemula, tapi fiturnya lengkap banget buat remap tombol atau bikin macro.

Kesimpulan: Worth It Nggak?

EPOMAKER Galaxy 100 Lite ini masuk di kategori yang menarik. Dengan harga sekitar $109, dia menawarkan kualitas build yang biasanya cuma ada di kit custom seharga $200 ke atas. Sasis aluminium CNC seberat 1,6 kg itu kemewahan yang jarang didapat di harga segini.

Buat siapa keyboard ini?

  • Buat kalian yang mengutamakan rasa dan suara ngetik di atas segalanya.
  • Buat yang butuh Numpad tapi nggak mau meja penuh sesak.
  • Buat yang malas modifikasi tapi pengen suara “thocky” instan.

Tapi kalau kalian gamer kompetitif yang butuh fitur Rapid Trigger (kayak di keyboard magnetik HE), atau kalian butuh keyboard yang enteng buat dibawa-bawa ngopi, mending skip dulu. Ini keyboard buat ditaruh di meja kerja (“docked”), bukan buat mobile working.

Buat pasar Indonesia, di mana kita sering cari barang “best value”, Galaxy 100 Lite ini kandidat kuat buat jadi daily driver. Suaranya bikin tenang, baterainya awet, dan build-nya bisa dipakai buat alat pertahanan diri kalau ada maling masuk rumah. Recommended.