Forza Horizon 6 Pamer Trailer In-Engine: Siap-Siap Upgrade PC atau Menangis di Pojokan?
Gaming

Forza Horizon 6 Pamer Trailer In-Engine: Siap-Siap Upgrade PC atau Menangis di Pojokan?

23 Februari 2026 | 8 Menit Baca | Dimas Aditya

Microsoft akhirnya pamer visual Forza Horizon 6 lewat trailer in-engine yang bikin gamer ketar-ketir soal spesifikasi PC. Tokyo dikonfirmasi, peta masif, dan detail bioma yang nggak masuk akal.

Oke, tarik napas dulu. Buat kalian yang PC-nya masih engap-engapan jalanin Forza Horizon 5 di setting High, berita ini mungkin bakal jadi kabar gembira sekaligus mimpi buruk.

Sabtu kemarin, Microsoft tiba-tiba nge-drop sebuah trailer singkat buat Forza Horizon 6. Nggak panjang memang, tapi dampaknya lumayan bikin geger forum-forum hardware. Kenapa? Karena footage yang mereka pamerkan itu in-engine. Artinya, apa yang kita lihat di situ adalah representasi visual yang (seharusnya) bakal kita dapetin pas main nanti. Bukan CGI tipu-tipu.

Dan jujur aja, sebagai orang yang hobi ngitungin pixel dan frame rate, visualnya bikin saya mikir: “Ini GPU mid-range tahun depan masih kuat ngangkat nggak ya?”

Pamer Kekuatan ForzaTech Engine

Kita tahu Playground Games itu “penyihir” kalau soal optimisasi. Tapi di FH6, mereka kelihatan banget mau flexing kemampuan terbaru dari proprietary engine mereka, ForzaTech.

Di trailer itu, kita dikasih intip berbagai bioma alias lingkungan yang bakal jadi taman bermain kita. Mulai dari pantai yang lighting-nya super realistis, pedesaan kecil yang detail teksturnya tajam banget, sampai hutan rimbun yang pencahayaannya nembus sela-sela daun (god rays-nya juara).

Apa itu In-Engine?

Footage “In-Engine” berarti video tersebut dirender menggunakan mesin game yang sama dengan yang akan dimainkan, bukan video pra-render (CGI) yang dibuat terpisah. Ini memberikan gambaran lebih jujur soal kualitas grafis akhir, meski tetap tergantung spesifikasi hardware kalian.

Tapi yang paling bikin saya geleng-geleng kepala adalah area pegunungan bersalju. Detail partikel salju dan pantulan cahaya di permukaan es itu kelihatan “mahal” banget. Jelas ini upgrade signifikan dari seri sebelumnya, dan sepertinya mereka beneran manfaatin hardware generasi sekarang (Xbox Series dan PC high-end) sampai ke batas maksimalnya.

Akhirnya… Selamat Datang di Jepang!

Nah, ini dia yang sudah ditunggu-tunggu fans balapan arcade sejak zaman purba. Setelah bertahun-tahun cuma jadi rumor dan wishlist, Jepang akhirnya dikonfirmasi sebagai setting utama.

Playground Games nggak main-main soal skala. Peta di Forza Horizon 6 ini diklaim sebagai yang terbesar dalam sejarah franchise. Dan bukan cuma gede doang kosong melompong, tapi padat.

Tokyo dikonfirmasi bakal hadir dengan skala yang masif. Kalau dibandingkan dengan kota-kota di game Horizon sebelumnya (seperti Guanajuato di FH5 atau Edinburgh di FH4), rendisi Tokyo di sini lima kali lebih besar.

Bayangin aja, kita bakal bisa ngebut di berbagai distrik yang punya identitas beda-beda. Mulai dari area suburban yang tenang, pusat kota yang penuh lampu neon dan gedung pencakar langit, sampai area pelabuhan dan zona industri yang gritty. Buat yang hobi drifting, area pelabuhan dan jalanan sempit Tokyo jelas bakal jadi surga.

Skala Peta & Konten FH6

Skala Kota Tokyo 5x
High
Lebih besar dari kota di seri sebelumnya
Jumlah Mobil 550+
High
Tersedia saat peluncuran

Selain Tokyo, Gunung Fuji juga sudah dipastikan ada. Jadi rute touge (balapan gunung) klasik Jepang bakal tersedia buat kalian yang mau adu mekanik di tikungan tajam. Mereka juga memasukkan area dari wilayah Kantō, Chūbu, dan Kansai. Tentu saja, petanya dikompresi jadi fiksi—jangan harap jaraknya 1:1 kayak dunia nyata, nanti main game malah tua di jalan.

Musim yang Lebih “Hidup”

Ingat fitur Dynamic Seasons yang diperkenalkan sebelumnya? Di FH6, sistem ini balik lagi tapi dengan upgrade serius. Developer mengklaim kalau pergantian musim bakal beneran mengubah tone dunia, aktivitas, sampai suara lingkungan (ambient sound).

Dan karena setting-nya di Jepang, kalian tahu apa yang bakal jadi primadona: Sakura.

Musim semi dengan bunga sakura berguguran, musim gugur dengan daun-daun merah yang vivid, dan musim dingin dengan salju tebal di pegunungan. Secara visual, siklus musim di Jepang ini emang potensi grafisnya jauh lebih “wah” dibanding setting Meksiko atau Inggris.

Untuk memastikan semua ini nggak terasa “maksa” atau stereotipikal, Playground Games sampai menggandeng konsultan budaya, Kyoko Yamashita. Tujuannya biar representasi Jepang di game ini terasa otentik dan hormat sama aslinya, bukan cuma tempelan aset visual doang.

Gameplay: Dari Turis Jadi Legenda

Ini poin menarik yang agak beda dari biasanya. Kalau di Forza Horizon 5 kita datang-datang langsung dipuja sebagai “Superstar”, di FH6 kita mulai dari nol. Benar-benar dari bawah.

Narasi kampanyenya menempatkan pemain sebagai turis biasa yang harus grinding dan membuktikan diri buat bisa masuk ke Horizon Festival. Kita harus meniti karir lewat berbagai tingkatan ranking yang makin lama makin susah.

Menurut saya, ini perubahan yang sangat dibutuhkan. Masalah utama di FH5 itu progresinya terlalu gampang. Baru main dua jam, garasi sudah penuh hypercar. Akibatnya? Cepat bosan. Dengan sistem “from zero to hero” kayak gini, sense of achievement-nya bakal lebih kerasa. Kita jadi lebih menghargai mobil civic butut pertama kita sebelum akhirnya bisa beli GT-R atau Supra.

Soal koleksi mobil, saat peluncuran nanti bakal ada lebih dari 550 mobil. Ini angka yang solid—lebih banyak dari FH5 pas rilis, meski masih di bawah FH4 yang waktu itu tembus 750-an mobil. Tapi ya, 550 mobil itu udah lebih dari cukup buat bikin bingung mau pakai yang mana.

Tanggal Rilis dan Platform

Oke, catat tanggalnya. Menurut bocoran yang cukup valid, Forza Horizon 6 bakal rilis tanggal 19 Mei 2026.

Game ini bakal meluncur duluan di PC dan Xbox Series S|X. Nah, yang menarik, ada kabar kalau versi PlayStation 5 juga bakal menyusul “nanti”. Ini strategi baru Microsoft yang makin terbuka ngelepas game eksklusif mereka ke tetangga, buat nambah basis pemain.

Detail Rilis Forza Horizon 6

Tanggal Rilis
19 Mei 2026
Platform Awal
Xbox Series S|X & PC
Platform Susulan
PlayStation 5
Setting Lokasi
Jepang (Tokyo, Fuji, dll)
Engine
ForzaTech (Latest Iteration)

Opini Dimas: Siap-Siap Upgrade?

Melihat trailer in-engine ini, ada satu hal yang pasti: System Requirement-nya nggak bakal ramah buat PC kentang.

Detail bioma yang kompleks, kepadatan kota Tokyo, ditambah lighting dinamis, itu semua beban berat buat GPU dan CPU. Kalau di FH5 saja PC mid-range kadang masih stuttering di area hutan yang padat, di FH6 dengan Tokyo yang 5x lebih luas, bottleneck di CPU dan RAM bakal jadi isu nyata.

Buat gamer Indonesia, ini peringatan dini. Masih ada waktu sekitar 3 bulan sebelum rilis (kalau tanggal Mei itu akurat). Kalau kalian berencana main di resolusi 1440p atau 4K dengan semua setting “rata kanan”, mending mulai cek harga komponen sekarang. Atau kalau dompet lagi tipis, ya pasrah saja main di Xbox Series S atau nunggu optimisasi driver yang biasanya butuh waktu.

Satu hal yang bikin saya optimis, Playground Games jarang gagal deliver soal performa dibanding developer AAA lain zaman now. Mereka biasanya rilis game yang sudah cukup matang, bukan beta test berbayar.

Jadi, siapa yang udah siap nge-drift di Akihabara? Atau malah lagi sibuk cek saldo buat beli GPU baru? Kita tunggu aja benchmark resminya nanti. Jangan pre-order dulu sebelum lihat review teknisnya, ingat motto kita: Benchmark dulu, baru ngomong.