Meta Borong AMD? Deal '6 Gigawatt' yang Bisa Bikin NVIDIA Ketar-ketir!
GPUs

Meta Borong AMD? Deal '6 Gigawatt' yang Bisa Bikin NVIDIA Ketar-ketir!

24 Februari 2026 | 6 Menit Baca | Dimas Aditya

Bukan cuma beli chip, Meta dikabarkan bisa menguasai 10% saham AMD lewat deal raksasa ini. Apa dampaknya buat perang AI dan dominasi Tim Hijau?

Oke, tarik napas dulu.

Kalau kalian pikir drama antar kubu prosesor cuma terjadi di kolom komentar video rakit PC, kalian salah besar. Hari ini ada kabar yang beneran bikin saya, yang biasa ngurusin benchmark FPS, sampai melongo. Meta—iya, induknya Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu—dikabarkan lagi masak deal gila-gilaan sama AMD.

Bukan, ini bukan soal Mark Zuckerberg mau bagi-bagi Radeon RX 9000 series buat giveaway. Ini jauh lebih serius. Kita bicara soal infrastruktur AI yang skalanya absurd, dan potensi kepemilikan saham yang bisa mengubah peta kekuatan Silicon Valley selamanya.

Singkatnya: Meta butuh power buat AI mereka, dan mereka nggak mau terus-terusan jadi “hamba” NVIDIA. Solusinya? Borong chip AMD sampai 10% saham perusahaan bisa jadi milik mereka. Mind blowing.

Bukan Cuma Beli Kacang Goreng

Biasanya, kalau perusahaan teknologi beli chip, beritanya paling cuma “Perusahaan X beli 10.000 unit H100”. Selesai. Tapi kali ini, satuannya bukan unit, bukan juga dolar, tapi Gigawatt.

Menurut kabar yang beredar, AMD bakal menyuplai chip AI ke Meta dengan total kapasitas daya mencapai 6 Gigawatt.

Buat ngasih konteks seberapa gilanya angka ini: 6 Gigawatt itu setara dengan output beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir. Kalau kita konversi ke jumlah GPU (anggaplah satu GPU AI masa kini makan 1000W di beban penuh), kita bicara jutaan unit silicon yang bakal “dibakar” buat ngelatih Llama dan model AI Meta berikutnya.

Skala Deal Meta x AMD

Kapasitas Power 6 GW
Setara 6+ Reaktor Nuklir
Potensi Saham 10%
High
Kepemilikan Meta di AMD

Kenapa satuannya power? Karena di level hyperscaler kayak Meta, bottleneck utama mereka bukan lagi duit, tapi listrik. Mereka nggak peduli berapa biji chip yang dikirim, yang mereka peduli adalah berapa banyak compute density yang bisa mereka jejalkan ke dalam batasan daya data center mereka.

AMD, lewat lini Instinct mereka, sepertinya berhasil meyakinkan Meta kalau mereka bisa deliver performa per watt yang lebih masuk akal dibanding kompetitor.

Manuver “Anti-Monopoli” Jensen Huang?

Jujur aja, ini langkah yang cerdas banget dari Meta. Kita semua tahu kalau NVIDIA itu udah kayak “dewa” di dunia AI hardware. Harga suka-suka mereka, stok barangnya gaib, dan antreannya lebih panjang dari antrean sembako murah.

Kalau Meta cuma ngandelin NVIDIA, nasib bisnis triliunan dolar mereka ada di tangan Jensen Huang. Itu posisi yang nggak enak banget buat pebisnis.

Kenapa AMD?

Meta sudah lama jadi pendukung open source di dunia software AI (PyTorch, Llama). Filosofi AMD yang lebih terbuka dengan platform ROCm-nya jauh lebih “nyambung” sama DNA Meta dibanding ekosistem tertutup CUDA milik NVIDIA. Plus, diversifikasi suplai bikin Meta punya posisi tawar lebih kuat.

Dengan potensi menguasai hingga 10% saham AMD lewat struktur deal ini, Meta nggak cuma jadi customer. Mereka jadi partner strategis. Ini ngasih sinyal kuat ke pasar: “Hei, kami serius dukung Tim Merah biar Tim Hijau nggak monopoli terus.”

Buat AMD, ini durian runtuh. Suntikan dana dan jaminan order sebesar ini bikin Lisa Su punya cash flow buat nge-push R&D mereka lebih gila lagi. Ingat, masalah utama AMD lawan NVIDIA seringkali bukan di hardware mentah, tapi di software stack. Dengan Meta di belakang mereka, optimisasi software AMD bisa ngebut parah.

Apa Efeknya Buat Kita, Kaum Mendang-Mending?

“Bang, saya kan cuma mau main GTA 6 lancar, apa hubungannya sama berita ini?”

Nah, ini bagian menariknya. Secara langsung, deal ini emang urusannya data center. Chip yang dipake adalah seri Instinct (MI series), bukan Radeon RX buat gaming. Jadi jangan harap besok harga GPU gaming langsung terjun bebas.

Tapi, ada efek dominonya:

  1. R&D Spillover: Duit yang masuk ke AMD dari Meta bakal dipake buat riset arsitektur chip baru. Teknologi efisiensi daya atau interkoneksi chiplet yang dikembangin buat Meta, cepat atau lambat bakal “netes” ke arsitektur RDNA buat konsumer.
  2. Kompetisi Harga: Kalau AMD makin kuat di data center, NVIDIA nggak bisa lagi seenaknya pasang harga gila karena merasa nggak ada lawan. Tekanan di segmen enterprise bisa bikin NVIDIA harus lebih agresif di segmen consumer.
  3. AI Lokal di PC: Meta adalah rajanya model AI terbuka. Kalau mereka optimalin model Llama mereka buat hardware AMD, bisa jadi ke depannya local AI inference di CPU Ryzen atau GPU Radeon bakal jauh lebih kencang.

AMD Instinct MI Series (Konteks Teknologi)

Arsitektur
CDNA (Data Center)
Fokus Utama
AI Training & Inference
Memory
HBM3e (High Bandwidth)
Kompetitor
NVIDIA Blackwell/Rubin

Masalah Klasik: Supply Chain

Satu hal yang jadi concern saya adalah kapasitas produksi TSMC. Kita tahu, baik AMD maupun NVIDIA (dan Apple) rebutan kapasitas packaging CoWoS di pabrik TSMC. Kalau Meta memesan chip setara 6 Gigawatt, ini bakal nyedot kapasitas produksi wafer secara masif.

Apakah ini bakal bikin jatah wafer buat GPU gaming (Radeon RX) jadi dikorbankan? Sejarah membuktikan, margin keuntungan chip AI itu jauh lebih gede daripada jualan VGA card ke gamer.

AMD adalah perusahaan publik yang butuh profit. Kalau Lisa Su harus milih antara nyetak chip AI buat Meta atau chip gaming buat kita, tebak mana yang bakal diprioritaskan? Yap, ada risiko kelangkaan di sisi konsumer kalau kapasitas pabrik nggak segera ditambah.

Kesimpulan: Perang Baru Saja Dimulai

Deal 6 Gigawatt dan potensi 10% saham ini adalah deklarasi perang terbuka Meta (dan AMD) terhadap dominasi tunggal NVIDIA. Buat industri teknologi, ini sehat. Monopoli itu nggak pernah enak buat inovasi. Kita butuh AMD yang kuat biar NVIDIA nggak “malas”.

Tapi buat kita di Indonesia, kita harus siap-siap. Tahun 2026 dan seterusnya bakal jadi era di mana hardware PC kita makin AI-centric.

Saran saya? Kalau kalian lagi nabung buat upgrade PC, pantau terus perkembangan ini. Jangan kaget kalau nanti motherboard atau GPU kalian punya stiker “Meta AI Optimized” atau semacamnya. Dunia lagi berubah cepat, dan kali ini, Tim Merah dapet buff yang nggak main-main.

Gimana menurut kalian? Apakah AMD akhirnya bisa menumbangkan dominasi NVIDIA di AI, atau ini cuma investasi bakar duit Meta aja? Tulis di komentar ya!