AMD Kalah Cepat? Modder Bawa FSR 4 ke Vulkan Duluan!
GPUs

AMD Kalah Cepat? Modder Bawa FSR 4 ke Vulkan Duluan!

24 Februari 2026 | 6 Menit Baca | Dimas Aditya

Sementara AMD sibuk membatasi FSR 4 cuma buat DX12 dan RDNA 4, komunitas modder lewat Optiscaler justru berhasil membobol batas itu. Vulkan gaming kini kebagian jatah AI upscaling!

Jujur aja, strategi software AMD beberapa bulan belakangan ini agak bikin saya garuk-garuk kepala. Kita semua tahu kalau AMD biasanya jadi “Robin Hood” di dunia GPU—selalu bawa fitur open-source yang bisa jalan di kartu grafis apa aja, bahkan di GPU lawas NVIDIA sekalipun. Tapi sejak pengumuman FSR 4.0, nadanya berubah total.

Mereka nggak cuma mengunci teknologi upscaling berbasis AI ini khusus untuk hardware RDNA 4 (yang sampai sekarang ketersediaannya masih jadi misteri buat sebagian besar gamer), tapi juga membatasi implementasinya cuma di API DirectX 12. Padahal, gamer PC itu habitatnya luas, Bro. Nggak cuma DX12.

Nah, di saat AMD terkesan lambat dan eksklusif, komunitas modder justru bergerak lebih gesit. Optiscaler, tools middleware yang udah terkenal sering nyelamatin performa PC kentang, baru aja merilis update yang bikin mata melek: Support FSR 4 untuk game berbasis Vulkan.

Iya, kamu nggak salah baca. Fitur yang bahkan insinyur AMD belum rilis secara resmi untuk Vulkan, udah dibongkar dan dipasang sama komunitas lewat jalur belakang. Gokil nggak tuh?

AMD Absen, Modder Panen

Coba kita flashback sebentar. Sudah sekitar lima bulan sejak AMD pertama kali nge-tease soal FSR 4 berbasis AI pada September lalu. Janjinya manis banget: akhirnya pindah ke AI-based upscaling buat ngelawan DLSS-nya NVIDIA yang emang superior secara kualitas gambar. Tapi realitanya? Implementasinya seret.

Masalah utamanya bukan cuma di hardware lock RDNA 4, tapi keputusan aneh buat cuma fokus di DirectX 12. Padahal, API Vulkan itu krusial banget. Game-game engine id Tech kayak Doom Eternal, atau No Man’s Sky, bahkan Baldur’s Gate 3 punya mode Vulkan yang seringkali jalan lebih mulus daripada DX11/12 di hardware tertentu.

Status Software: Experimental

Perlu diingat, versi Optiscaler yang kita bahas ini adalah v0.9.0-Pre10. Ini masih test build. Artinya, jangan berharap pengalaman plug-and-play yang mulus 100%. Kemungkinan crash, glitch visual, atau artifact masih sangat besar. Do it at your own risk.

Disinilah kontributor Optiscaler masuk jadi pahlawan. Mereka nggak mau nunggu AMD sadar kalau Vulkan itu penting. Lewat build terbaru ini, mereka berhasil menginjeksi backend FSR 4 supaya bisa jalan di render pipeline Vulkan.

Kenapa Vulkan Itu Penting?

Buat kalian yang cuma main Call of Duty atau game-game mainstream DX12, mungkin mikir, “Ah, apa pentingnya sih Vulkan?”

Eits, jangan salah. Vulkan itu API yang jauh lebih efisien dalam komunikasi ke hardware (low-level access), mirip DX12 tapi lintas platform. Ini nyawa utamanya Steam Deck dan gaming di Linux. Kalau AMD beneran mau FSR 4 jadi standar baru, nyuekin Vulkan itu sama aja bunuh diri pelan-pelan di pasar handheld PC yang lagi booming.

Optiscaler ngelihat celah kosong ini. Dengan membawa support FSR 4 ke Vulkan, mereka membuka gerbang buat potensi performa dan kualitas visual yang lebih baik di library game yang lebih luas.

Detail Update Optiscaler v0.9.0-Pre10

Fitur Utama
FSR 4 Support via Vulkan
Target API
Vulkan (sebelumnya cuma DX12)
Status Rilis
Pre-release / Test Build
Metode
Middleware Injection/Hooking

Adu Mekanik: Komunitas vs Korporasi

Fenomena ini sebenarnya tamparan keras buat tim software AMD. Bayangin, resource perusahaan triliunan rupiah kalah cepet sama sekumpulan coding wizard di internet yang ngerjain ini mungkin sambil ngopi di kamar tidur mereka.

Optiscaler sendiri cara kerjanya unik. Dia biasanya bertindak sebagai “penerjemah”. Misalnya, game support DLSS, tapi GPU kamu AMD. Optiscaler bakal nipu game-nya supaya mikir dia lagi jalanin DLSS, padahal perintahnya dibelokin ke FSR atau XeSS. Nah, sekarang dengan masuknya FSR 4 ke menu mereka, opsinya jadi makin liar.

Yang bikin saya salut, Optiscaler nggak cuma sekadar “bisa jalan”. Mereka bener-bener niat ngoprek jeroan API-nya. Implementasi FSR 4 di Vulkan ini bukan pekerjaan gampang karena struktur memori dan cara handling resource-nya beda jauh sama DX12. Tapi mereka sikat juga.

Timeline Implementasi FSR 4

Rilis AMD (DX12) RDNA 4 Launch
Official tapi terbatas
Rilis Optiscaler (Vulkan) Sekarang
High
Unofficial tapi gercep

Realita di Lapangan: Apakah Worth It?

Oke, secara teknis ini pencapaian luar biasa. Tapi buat kita, user di Indonesia yang mendewakan “FPS tumpah-tumpah” tapi budget “BPJS” (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita), apa ngaruhnya?

  1. Akses Lebih Dini: Kalau kamu termasuk lucky bastard yang nanti punya akses ke hardware RDNA 4 (atau kalau nanti modder berhasil bypass hardware lock-nya juga—siapa tahu?), kamu bisa nikmatin kualitas AI upscaling di game Vulkan favoritmu tanpa nunggu update resmi AMD yang entah kapan.
  2. Kualitas Visual: FSR 4 digadang-gadang akhirnya membereskan masalah shimmering dan ghosting yang jadi penyakit FSR 2/3. Di Vulkan, yang sering dipake buat game fast-paced kayak Doom, kejernihan gambar itu harga mati.
  3. Linux Gaming: Buat segelintir pengguna Linux gaming di Indonesia, ini kabar surga.

Tapi ingat, karena ini masih Pre-release, jangan kaget kalau tiba-tiba tekstur muka karakter kamu jadi kotak-kotak atau game-nya force close pas lagi seru-serunya boss fight. Namanya juga barang oprekan.

”PR” Besar Buat AMD

Kejadian Optiscaler ini harusnya jadi alarm buat Tim Merah. Dulu, kekuatan utama AMD adalah community goodwill. Mereka disayang karena terbuka. FSR 1 dan 2 bisa jalan di GTX 1060 tua saya, dan itu alasan kenapa banyak orang respect.

Sekarang? FSR 4 dikunci di hardware baru, dikunci di API tertentu, dan updatenya lambat. Kalau modder bisa bikin fitur ini jalan di Vulkan dalam hitungan minggu setelah rilis terbatas, kenapa insinyur AMD butuh waktu berbulan-bulan?

Apakah ini masalah teknis, atau murni strategi marketing buat maksa orang upgrade GPU? Biar kalian yang menilai sendiri. Yang jelas, kalau AMD nggak segera berbenah, komunitas bakal terus ngambil alih peran mereka. Dan jujur aja, kadang hasil kerjaan komunitas malah lebih stabil daripada driver resmi pas hari pertama rilis.

Kesimpulan: Sikat atau Skip?

Buat kamu yang hobi ngoprek, punya nyali gede, dan kebetulan library game-nya banyak yang jalan di Vulkan, sikat Optiscaler v0.9.0-Pre10 ini. Sensasi nyobain teknologi yang “seharusnya belum ada” itu ada kepuasan tersendiri, Bro.

Tapi buat kaum plug-and-play yang cuma pengen balik kerja terus main game dengan tenang tanpa pusing mikirin file .dll yang harus di-copy paste ke folder system, mending skip dulu. Tunggu versi stabilnya keluar, atau tunggu AMD akhirnya bangun dari tidurnya dan ngerilis support resmi.

Satu hal yang pasti: Komunitas PC gaming itu nggak pernah tidur. Di saat korporasi sibuk mikirin margin keuntungan, modder sibuk mikirin gimana caranya bikin game kita jalan lebih kenceng dan lebih cakep. Respect!