Meta Kembali ke Pasar Smartwatch Setelah 4 Tahun
Meta dilaporkan sedang menyiapkan comeback ke pasar smartwatch dengan meluncurkan perangkat wearable baru yang diberi kode nama Malibu 2. Langkah ini menandai kembalinya raksasa teknologi sosial ke segmen smartwatch, empat tahun setelah perusahaan membatalkan rencana smartwatch sebelumnya pada tahun 2022.
Menurut laporan dari The Information, smartwatch Meta akan dilengkapi dengan fitur health tracking dan kemampuan AI yang terintegrasi. Peluncuran produk wearable ini dijadwalkan untuk terjadi nanti di tahun 2026, sejalan dengan strategi Meta untuk mengembangkan ekosistem perangkat yang lebih luas dan komprehensif.
Smartwatch Malibu 2: Spesifikasi dan Fitur Utama
Smartwatch Meta, yang diberi kode nama Malibu 2, akan diluncurkan tahun ini dengan fokus pada kesehatan dan integrasi AI, melanjutkan momentum sukses kacamata Ray-Ban Display mereka.
Malibu 2 bukan sekadar smartwatch biasa. Perangkat ini akan menjadi bagian integral dari strategi wearable Meta yang lebih luas. Smartwatch ini dirancang dengan fitur-fitur kesehatan yang komprehensif, memanfaatkan kemajuan terbaru dalam teknologi sensor dan pemantauan kesehatan. Selain itu, integrasi fitur AI membuat smartwatch ini akan menawarkan pengalaman yang lebih personal dan cerdas bagi penggunanya.
Peluncuran Malibu 2 akan bersamaan dengan pembaruan versi terbaru dari kacamata pintar Meta Ray-Ban Display. Kacamata ini sempat mengalami pause dalam peluncuran internasionalnya tahun lalu, bukan karena masalah teknis, melainkan karena “permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan keterbatasan persediaan.” Ini menunjukkan bahwa produk wearable Meta telah mendapatkan respons pasar yang sangat positif.
🔧 Technical Specifications
| Kode Nama | Malibu 2 |
| Kategori Produk | Smartwatch |
| Fitur Utama | Health Tracking & AI |
| Target Peluncuran | Tahun 2026 |
| Komplementer | Ray-Ban Display Update |
Konteks: Pembatalan Smartwatch 2022 dan Pembelajaran
Keputusan Meta untuk meluncurkan Malibu 2 menjadi signifikan mengingat sejarah produk smartwatch perusahaan. Pada tahun 2022, Meta terpaksa membatalkan rencana peluncuran smartwatch mereka sebelumnya. Pembatalan ini disebabkan oleh dua faktor utama: tantangan teknis yang sulit diatasi dan upaya penghematan biaya yang dilakukan perusahaan pada waktu itu.
Dengan kembali mencoba pasar smartwatch empat tahun kemudian, Meta seolah-olah mengambil pembelajaran dari kegagalan tersebut. Teknologi yang lebih matang dan strategi bisnis yang lebih jelas mungkin menjadi fondasi keputusan ini. Peluncuran Ray-Ban Display yang sukses membuktikan bahwa pasar memang tertarik dengan produk wearable berkualitas tinggi dari Meta.
Persaingan Sengit di Pasar Wearable Global
Jika Malibu 2 berhasil diluncurkan, Meta akan menghadapi persaingan ketat dari Apple, Google, Samsung, Garmin, dan Fitbit di pasar smartwatch yang sudah ramai.
Keputusan Meta untuk meluncurkan smartwatch tidak datang di waktu yang sepi. Pasar smartwatch saat ini adalah medan pertempuran yang sangat kompetitif. Apple tetap menjadi pemain dominan dengan Apple Watch, dan perusahaan ini dilaporkan sedang mengembangkan sepasang smart glasses bertenaga AI yang berpotensi diluncurkan tahun depan. Kacamata pintar AI Apple ini akan menjadi kompetitor langsung untuk lini kacamata Ray-Ban Display milik Meta.
Selain Apple, Meta juga harus bersaing dengan pemain-pemain besar lainnya. Google memiliki ekosistem wearable yang kuat, Samsung menawarkan Galaxy Watch yang populer, Garmin fokus pada segmen fitness premium, dan Fitbit (yang dimiliki Google) memiliki basis pengguna yang loyal. Persaingan untuk “wrist real estate” ini akan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Malibu 2.
Roadmap AR dan MR Meta: Phoenix Tertunda Hingga 2027
Selain smartwatch dan kacamata Ray-Ban Display yang diperbarui, Meta juga sedang mengembangkan produk yang lebih ambisius: sepasang mixed reality glasses dengan kode nama Phoenix. Namun, menurut laporan, peluncuran Phoenix telah ditunda hingga 2027.
Penundaan ini bukan tanpa tujuan. Meta sedang berupaya untuk merapikan dan menyelaraskan roadmap AR dan MR mereka. Strategi ini menunjukkan bahwa Meta lebih memilih untuk fokus pada konsolidasi produk yang sudah ada—seperti Ray-Ban Display dan Malibu 2—sebelum melompat ke generasi teknologi yang lebih canggih dengan Phoenix.
Keputusan strategis ini masuk akal dari perspektif bisnis. Meluncurkan tiga produk wearable besar secara bersamaan (smartwatch, updated glasses, dan mixed reality glasses) akan menguras sumber daya dan mungkin membingungkan pasar. Dengan menunda Phoenix, Meta memberikan dirinya waktu untuk membangun ekosistem yang solid dengan Malibu 2 dan Ray-Ban Display terlebih dahulu.
Integrasi Neural Wristband dan Kemungkinan Replacement
Salah satu detail menarik tentang strategi wearable Meta adalah kehadiran neural wristband pada Ray-Ban Display. Wristband ini berfungsi untuk kontrol gesture pada kacamata pintar tersebut. Dengan peluncuran Malibu 2, dimungkinkan bahwa smartwatch dapat menggantikan fungsi neural wristband ini, menciptakan pengalaman pengguna yang lebih terintegrasi dan mudah.
Skenario ini menunjukkan visi Meta untuk menciptakan ekosistem wearable yang kohesif, di mana berbagai perangkat bekerja bersama secara seamless. Pengguna tidak perlu lagi membawa wristband terpisah jika smartwatch dapat menangani fungsi kontrol gesture untuk kacamata.
Relevansi untuk Pasar Indonesia
Bagi konsumen Indonesia, kehadiran Malibu 2 membawa harapan lebih banyak pilihan wearable premium dengan fitur AI yang canggih dan harga yang kompetitif dibanding Apple Watch.
Peluncuran smartwatch Meta memiliki implikasi signifikan untuk pasar wearable Indonesia. Saat ini, pasar smartwatch Indonesia didominasi oleh Apple Watch, Samsung Galaxy Watch, dan beberapa brand lokal. Kehadiran Meta dengan teknologi AI yang terintegrasi bisa memberikan alternatif menarik bagi konsumen Indonesia yang mencari wearable berkualitas dengan ekosistem yang berbeda dari Apple dan Samsung.
Mengingat strategi penetrasi pasar Meta di Indonesia yang sudah kuat melalui WhatsApp, Instagram, dan layanan lainnya, peluncuran Malibu 2 kemungkinan akan didukung oleh strategi pemasaran yang agresif. Ini bisa membuka peluang bagi konsumen lokal untuk mencoba teknologi wearable terbaru dengan integrasi AI dari salah satu perusahaan teknologi terkemuka dunia.
Kesuksesan Ray-Ban Display yang sempat mengalami pause akibat tingginya permintaan menunjukkan bahwa produk wearable Meta memang menarik minat pasar. Jika Malibu 2 dapat memberikan nilai tambah dalam health tracking dan AI features, produk ini berpotensi menjadi game-changer di segmen smartwatch Indonesia.