Kabar soal iPhone lipat akhirnya bukan cuma sekadar obrolan warung kopi lagi. Rantai pasokan untuk perangkat yang punya kode internal “V68” ini perlahan mulai bergeser ke lantai pabrik. Jadwal produksi massal buat panel layarnya dipastikan mulai tancap gas di bulan Mei 2026.
Apple kelihatannya memang ogah cuma sekadar ngekor tren pasar. Mereka rela nahan rilis bertahun-tahun demi satu tujuan yang jelas: bikin layar lipat yang beneran rata tanpa kelihatan bekas lipatan sama sekali.
Jadwal Menuju Perilisan iPhone Fold
Produksi Layar
Samsung Display memulai produksi massal panel OLED.
Perakitan Akhir
Foxconn merakit unit secara utuh.
Peluncuran Global
Diperkirakan rilis bersama lini iPhone 18 Pro.
Lucunya, buat mewujudkan ambisi ini, Apple masih harus bergantung sama rival terbesarnya. Samsung Display ditunjuk sebagai pemasok tunggal untuk panel OLED generasi pertama tersebut. Layar bagian dalam dirancang dengan bentang 7,7 hingga 7,8 inci menggunakan rasio 4:3 yang mengotak, mirip proporsi buku paspor. Sementara layar luarnya berukuran 5,5 inci, ukuran yang cukup pas buat diketik pakai satu tangan saat lagi di jalan.
Target produksinya juga lumayan pede untuk sebuah lini produk baru. Apple dikabarkan sudah merevisi pesanan awal mereka, menaikkan target produksi sebesar 20 persen menjadi sekitar 10 juta unit untuk tahun pertama.
Dominasi Suplai Layar
Seluruh panel layar OLED untuk iPhone Fold generasi pertama dipasok 100% oleh Samsung Display. Angka pesanan 10 juta unit menunjukkan optimisme Apple terhadap permintaan pasar kelas atas.
Obsesi Layar Mulus Tanpa “Polisi Tidur”
Penyakit bawaan hape lipat dari dulu kan selalu sama: ada bekas lipatan di tengah layar yang kerasa kayak “polisi tidur” tipis pas diusap jari. Nah, Apple menargetkan kedalaman lipatan (crease depth) ditekan sampai di bawah 0,15 milimeter, dengan sudut kelengkungan kurang dari 2,5 derajat. Tingkat kerataan layarnya jauh di atas rata-rata hape lipat kompetitor yang ada sekarang.
Buat mendukung konstruksi layar rata ini, Apple memakai campuran material “Liquidmetal” pada mekanisme engsel. Material paduan amorf ini dipilih karena daya tahannya tinggi terhadap kelelahan logam, tapi bisa dicetak dengan tingkat presisi sekelas plastik. Engsel yang solid ini fungsinya menjaga dua sisi layar tetap presisi tanpa goyang biarpun sudah ratusan kali dibuka-tutup.
Hasil racikan material ini bikin bodi perangkat jadi luar biasa tipis. Ketebalan hape saat dibuka penuh cuma sekitar 4,5 milimeter. Waktu dilipat pun, tebal keseluruhannya mentok di 9,0 hingga 9,5 milimeter. Angka ini bakal menempatkan iPhone Fold sebagai salah satu perangkat Apple paling tipis yang pernah diproduksi.
Target Fisik iPhone Fold
Rela Pangkas Fitur Demi Bodi Ramping
Tentu saja, bikin hape setipis ini nggak mungkin tanpa tumbal. Ruang dalam yang sempit memaksa Apple memangkas beberapa hardware yang biasanya jadi standar di seri Pro.
Pertama, Face ID harus minggir. Modul pengenal wajah Apple terlalu tebal buat diselipkan di bezel layar lipat. Gantinya, Apple menghidupkan lagi pemindai sidik jari Touch ID yang diintegrasikan langsung ke tombol power di sisi bingkai titanium. Praktis dan nggak makan tempat.
Kedua, urusan kamera juga kena sunat. iPhone Fold dilaporkan cuma pakai konfigurasi dua kamera belakang beresolusi 48MP. Jangan harap ada lensa telefoto periskop buat zoom jarak jauh di sini. Laporan dari rantai pasokan menyebutkan kalau Apple sudah merevisi desain perangkat ini lebih dari 10 kali dalam lima tahun terakhir. Keputusannya bulat: mereka lebih mementingkan bodi tipis dan rata ketimbang memaksakan modul kamera boba yang tebal.
Biarpun fitur fisik banyak yang dipangkas, urusan jeroan tetap dibikin ngebut. Dapur pacunya bakal ditenagai chip A20 Pro yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer (2nm) dari TSMC. Efisiensi daya dari fabrikasi sekecil ini sangat penting. Bodi tipis biasanya gampang panas, jadi memakai chip yang berjalan lebih dingin sudah jadi keharusan teknis, bukan sekadar gaya-gayaan.
Chipset irit daya ini akan ditemani RAM berkapasitas 12GB dan baterai cukup besar di kisaran 5.400mAh hingga 5.800mAh.
Spesifikasi Utama iPhone Fold
Layar Utama | 7.8-inch Foldable OLED |
Layar Luar | 5.5-inch AMOLED |
Prosesor | Apple A20 Pro (2nm) |
RAM | 12GB |
Baterai | 5.400mAh - 5.800mAh |
Konektivitas | Modem C2 5G (Dukungan Satelit) |
Biometrik | Touch ID Samping |
Detail lain yang patut disorot adalah pemakaian modem 5G “C2” buatan Apple sendiri. Modem internal ini lumayan menghemat ruang berharga di papan sirkuit, sekaligus bawa dukungan penuh buat koneksi internet satelit dan standar Wi-Fi 7.
Siap-Siap Jual Motor buat Harga Lokal
Semua inovasi engsel mewah dan layar tanpa lipatan ini pastinya nggak datang dengan harga miring. Varian paling dasar dengan kapasitas penyimpanan 256GB diperkirakan rilis dengan banderol $2.000 USD (sekitar Rp31,5 juta). Sementara buat varian mentok kanan berkapasitas 2TB, harganya berpotensi menyentuh angka $3.000 USD.
Itu baru harga ritel di Amerika Serikat. Kalau nantinya masuk ke pasar Indonesia secara resmi, ditambah kalkulasi pajak impor, PPnBM, dan bea masuk, harganya bakal melambung makin tinggi. Sebagai perbandingan, lini lipat flagship dari pabrikan lain umumnya masuk ke Indonesia di angka Rp26 juta hingga Rp29 juta. iPhone Fold hampir bisa dipastikan bakal tembus di atas Rp35 juta saat mendarat di toko lokal.
Kehadiran iPhone Fold ini membuktikan kalau Apple mendesain perangkatnya sebagai produk ultra-mewah buat audiens spesifik. Dibuangnya fitur dasar seperti Face ID dan lensa periskop mengonfirmasi satu hal: Apple murni jualan nilai eksklusivitas desain layar datar sempurna, bukan sekadar spek di atas kertas. Kalau hape ini masuk resmi, bersiaplah melihat konsumen merogoh kocek seharga motor sport pabrikan Jepang cuma demi pamer estetika lipatan yang mulus.
