Kapasitas memori video (VRAM) selalu menjadi komponen pembatas sekaligus paling mahal dalam membangun infrastruktur AI lokal. ASRock resmi mencoba mendobrak batasan tersebut lewat peluncuran lini kartu grafis workstation Intel Arc Pro B70 pada Rabu (25/3/2026). Manuver perangkat keras ini menargetkan satu masalah spesifik: tingginya biaya untuk mendapatkan kapasitas memori besar guna menjalankan Large Language Models (LLM).
Lewat lini B70, ASRock menyematkan memori sebesar 32GB dengan memotong drastis harga ritel jika dibandingkan dengan standar pasar GPU profesional.
Silikon Battlemage untuk Beban Kerja AI
Pusat pemrosesan Arc Pro B70 bertumpu pada arsitektur “Big Battlemage” atau kode silikon BMG-G31. Chip ini dibangun berbasis arsitektur Xe2-HPG generasi terbaru dari Intel. Berbeda dengan kartu grafis kelas consumer yang fokus pada rasterization game, B70 didesain murni untuk menangani beban matematika matriks tingkat tinggi.
Kartu ini membawa 32 core Xe2 yang mengendalikan 4.096 unit shader. Namun, mesin utama untuk eksekusi AI terletak pada 256 unit XMX (Xe Matrix eXtensions). Unit perangkat keras ini bertugas memproses presisi rendah seperti INT8 yang merupakan standar utama dalam tahap inference AI modern. Hasilnya, B70 mampu menyentuh kinerja puncak komputasi hingga 367 TOPS.
Selain komputasi matriks, silikon ini tetap menyertakan 32 unit ray-tracing terdedikasi. Spesifikasi ini memastikan kartu tetap relevan untuk studio kreatif yang membutuhkan akselerasi rendering 3D profesional di perangkat lunak visualisasi.
Spesifikasi Kunci Arc Pro B70
GPU Architecture | Xe2-HPG (BMG-G31) |
Kapasitas VRAM | 32 GB GDDR6 |
Memory Bandwidth | 608 GB/s |
Kinerja AI (INT8) | 367 TOPS |
Interface | PCIe 5.0 x16 |
Target Daya (TBP) | 160W - 290W |
Lebar Pita Memori Sebagai Kunci
Kapasitas 32GB GDDR6 tidak akan maksimal jika jalur datanya sempit. Intel membekali B70 dengan bus memori 256-bit, yang menghasilkan total bandwidth mencapai 608 GB/s.
Dalam proses inference LLM, sistem harus membaca dan memuat miliaran bobot (weights) model dari VRAM ke unit pemrosesan untuk setiap kata (token) yang dihasilkan. Bandwidth sebesar 608 GB/s memastikan chip XMX mendapat pasokan data konstan tanpa memicu bottleneck akibat lambatnya pemuatan data. Fitur ECC (Error Correction Code) juga didukung untuk mencegah kerusakan data bit tunggal yang bisa mengacaukan hasil komputasi model AI berukuran masif.
Dua Format Pendinginan Terspesialisasi
ASRock tidak sekadar merilis satu desain fisik. Mereka memecah B70 menjadi dua SKU yang menyesuaikan infrastruktur target.
Varian Intel Arc Pro B70 Creator 32 GB dirancang untuk workstation desktop konvensional. Model ini menggunakan sistem pendingin tipe blower dua slot yang beroperasi pada batas daya bawaan 230W. Desain kipas blower dipilih karena kemampuannya menyedot udara dan membuang panas langsung ke luar sasis, menjaga agar komponen lain seperti prosesor atau storage di dalam sasis tertutup tidak ikut kepanasan.
Sebaliknya, Intel Arc Pro B70 Passive 32 GB hadir tanpa kipas sama sekali. Varian pasif ini ditujukan eksklusif untuk server rack kepadatan tinggi. Pendinginannya sepenuhnya mengandalkan tekanan aliran udara sentral berkecepatan tinggi dari chassis server.
Skalabilitas Multi-GPU
Model pasif sangat ideal untuk deployment server Linux terskala. Intel memvalidasi konfigurasi multi-B70 di ekosistem Linux untuk sanggup menampung model AI berukuran raksasa, dengan kapasitas parameter menembus angka 120 miliar.
Konektivitas media tidak luput dari pembaruan. Kehadiran Xe Media Engine terintegrasi memungkinkan dukungan encoding maupun decoding berbasis hardware untuk codec AV1, HEVC, dan H.264. Dukungan ini mempermudah alur kerja transmisi data visual bagi pengguna yang mengakses workstation dari jarak jauh. Di sisi layar, terdapat empat port DisplayPort 2.1a yang mendukung resolusi keluaran digital hingga 8K.
Peta Disrupsi Harga Workstation
Daya tarik utama B70 terletak pada metrik harga-per-gigabyte. Intel menetapkan harga MSRP global mulai dari $949, sementara versi ASRock Creator dibanderol sekitar $999,99.
Penetapan harga ini merupakan pukulan langsung terhadap portofolio GPU profesional NVIDIA, khususnya RTX Pro 4000 yang dipasarkan di kisaran harga $1.899. ASRock dan Intel secara efektif memangkas biaya masuk ke kelas memori masif hingga separuhnya.
Klaim Efisiensi Beban Kerja vs RTX Pro 4000
Dalam data internal yang dipublikasikan, Intel mengklaim kapasitas VRAM ekstrem ini memungkinkan sistem menangani context window 2,2 kali lebih besar. Untuk skenario multi-user di mana banyak permintaan inferensi masuk bersamaan, waktu respons B70 tercatat 6,2 kali lebih cepat. Kecepatan ini tercapai karena sistem tidak perlu melakukan page-swapping lambat—memindahkan antrean memori ke RAM DDR5 komputer ketika VRAM GPU penuh.
Prospek Ekosistem Lokal di Indonesia
Strategi agresif penyediaan memori besar ini memiliki implikasi sangat jelas bagi pasar komputasi awan dan on-premise di Indonesia. Saat ini, model di bawahnya yaitu ASRock Arc Pro B60 telah tersedia di retail lokal dengan rentang harga Rp13,5 juta hingga Rp13,9 juta.
Melihat skema harga global tersebut, Arc Pro B70 berpotensi besar masuk ke pasar Indonesia di bawah ambang batas psikologis Rp20 juta. Harga ini mendemokratisasi akses perangkat keras bagi rumah produksi animasi, studio kreatif kelas menengah, hingga startup pengembang kecerdasan buatan lokal.
Selama ini, startup AI di Indonesia yang ingin melatih atau melakukan fine-tuning pada model LLM berbahasa Indonesia sering terhalang oleh mahalnya biaya sewa instans GPU di platform cloud (seperti AWS atau GCP), atau mahalnya investasi infrastruktur on-premise. Hadirnya opsi 32GB dengan arsitektur memori berkecepatan tinggi di rentang harga belasan juta rupiah menawarkan landasan baru yang efisien.
Intel memang tidak mencoba mengejar rekor absolut efisiensi silikon arsitektur kompetitor, tetapi mereka menangkap peluang kosong di rasio kebutuhan VRAM. Pendekatan menyuntikkan kapasitas memori besar di harga menengah ini memaksa industri untuk tidak melulu membeli produk termahal hanya demi mencegah bottleneck komputasi. Bagi perancang sistem infrastruktur server lokal, menjejalkan beberapa unit Arc Pro B70 ke dalam satu mesin Linux kini menjadi salah satu opsi konfigurasi AI on-premise paling rasional dari segi nilai investasi.
