Resident Evil Requiem: Raja Baru Metacritic Skor 9.5
Gaming

Resident Evil Requiem: Raja Baru Metacritic Skor 9.5

3 Maret 2026 | 7 Menit Baca | Dimas Aditya

Resident Evil Requiem pecahkan rekor dengan skor user 9.5/10, samai Clair Obscur. Cek kenapa game ini wajib main di 2026.

Gokil. Cuma satu kata itu yang bisa saya ucapkan pas lihat skor Metacritic pagi ini. Biasanya, kolom User Score di situs agregator itu isinya kalau nggak fanboy yang kasih nilai 10 buta, ya hater yang ngebom nilai 0 karena masalah sepele. Tapi apa yang terjadi sama Resident Evil Requiem ini anomali total. Game ini baru saja rilis Jumat kemarin, dan sekarang sudah duduk manis dengan skor rata-rata user 9.5/10.

Angka segitu bukan cuma “bagus”, tapi nyaris mustahil buat game AAA modern yang biasanya rilis setengah matang. Skor ini menempatkan seri kesembilan Resident Evil sejajar dengan Clair Obscur: Expedition 33 sebagai pemegang rekor skor user tertinggi dalam sejarah situs tersebut.

Mengikuti perjalanan Resident Evil dari zaman PS1 resolusi kotak-kotak sampai era Ray Tracing sekarang, awalnya saya agak skeptis. Apakah ini cuma hype sesaat? Tapi setelah melihat data di Steam dan performa teknisnya, Capcom sepertinya memang lagi kesurupan. Mereka nggak cuma bikin game horor; mereka lagi ngasih standar baru buat industri.

Ledakan Angka yang Nggak Masuk Akal

Mari kita bicara data, karena angka nggak pernah bohong. Dalam waktu kurang dari 48 jam sejak peluncuran globalnya tanggal 27 Februari 2026 kemarin, Resident Evil Requiem mencatat angka concurrent players (pemain yang main barengan) di Steam mencapai 344.214 user.

Buat konteks, angka ini bukan cuma “ramai”. Ini dua kali lipat rekor peluncuran Resident Evil 4 Remake dan tiga kali lipat Resident Evil Village. Kalau kalian pikir franchise ini sudah tua dan membosankan, data ini menampar keras anggapan itu.

Dominasi Resident Evil Requiem

User Score 9.5/10
High
Tied All-Time High
Steam Peak 344K+
High
Concurrent Players
Steam Rating 98%
🔥
Wishlist 5 Juta
Pre-Launch

Yang bikin saya geleng-geleng kepala adalah konsistensi ratingnya. Di Steam, statusnya “Extremely Positive” dengan 98% review positif dari ribuan pengguna. Jarang banget ada game PC rilis hari pertama tanpa masalah optimisasi yang bikin rating anjlok ke “Mixed”. Ini tandanya tim Capcom Development Division 1 beneran ngerjain PR mereka soal optimisasi—sesuatu yang belakangan ini sering dilupakan developer barat.

Fitur “Toggle” yang Menyatukan Dua Kubu

Salah satu alasan kenapa nilai user bisa setinggi langit adalah keputusan jenius Koshi Nakanishi (sutradara RE7) buat mengimplementasikan fitur perspective toggle.

Selama ini, fans RE terbelah dua: kubu First-Person (penggemar RE7 & Village) dan kubu Third-Person (penggemar Remake & OG). Capcom biasanya maksa kita milih satu, atau jual mode tambahannya sebagai DLC berbayar belakangan (ingat Winters’ Expansion?).

Di Requiem, fitur ini tersedia day one. Kalian bisa ganti sudut pandang kapan saja secara seamless. Mau ngerasain claustrophobia dikejar monster? Pakai First-Person. Mau lihat aksi Leon S. Kennedy dengan rambutnya yang on point sambil melakukan roundhouse kick? Ganti ke Third-Person. Solusi sederhana ini memuaskan semua orang, dan efeknya ke kepuasan pengguna (User Score) sangat masif.

Inovasi Gameplay

Dual Protagonist & Dual Perspective: Game ini tidak hanya mempertemukan kembali Leon S. Kennedy (DSO) dengan karakter baru Grace Ashcroft (analis FBI), tapi juga membebaskan pemain memilih gaya bermain mereka. Ini adalah implementasi hybrid camera paling mulus yang pernah ada di RE Engine.

Pamer Kekuatan RE Engine di 2026

Secara teknis, game ini adalah showcase gila-gilaan. Menggunakan versi terbaru RE Engine, detail tekstur kulit dan ekspresi wajah karakter sudah masuk level uncanny valley tapi dalam artian positif.

Bagi kalian pengguna PS5 Pro, ini adalah game AAA besar pertama yang benar-benar memanfaatkan PlayStation Spectral Super Resolution (PSSR) secara maksimal. Hasilnya? Kualitas gambar tajam 4K dengan framerate yang stabil di 60fps, sesuatu yang di konsol “biasa” seringkali harus mengorbankan resolusi render internal secara drastis.

Tapi kabar baiknya buat kita kaum mendang-mending di PC, spesifikasi game ini masih masuk akal. Ukuran install-nya juga “cuma” 73 GB di PC. Saya bilang “cuma” karena game sebelah seperti Call of Duty sudah minta jatah SSD hampir 200 GB. Efisiensi kompresi data Capcom patut diacungi jempol.

Detail Teknis & Install Size

PC (Steam)
73 GB
PS5 / Xbox Series
69 GB
Nintendo Switch 2
29 GB
Fitur Visual
Ray Tracing, PSSR (PS5 Pro), HDR10
Target FPS
60fps+ (Performance Mode)

Satu hal yang bikin kaget: Nintendo Switch 2. Game ini rilis native di sana dengan ukuran cuma 29 GB. Ini membuktikan bahwa mesin baru Nintendo itu memang punya tenaga yang cukup buat handle engine modern, meski pasti ada kompromi visual dibanding versi PC atau PS5.

Harga Indonesia: Mahal atau Worth It?

Nah, masuk ke bagian yang paling sensitif buat dompet kita: Harga. Di Indonesia, Resident Evil Requiem dibanderol Rp 910.000 untuk edisi standar di PlayStation Store dan Steam. Kalau mau versi Deluxe, siap-siap rogoh Rp 1.039.000.

Angka Rp 900 ribuan memang sudah jadi standar baru game AAA (“The New Normal”), tapi tetap saja bikin napas agak sesak. Pertanyaannya, dengan durasi campaign yang solid dan replayability tinggi dari dua protagonis, apakah layak?

Melihat resepsi user yang kasih nilai 9.5, jawabannya condong ke “Iya”. Jarang ada game seharga hampir sejuta yang bikin pembelinya merasa puas total tanpa komplain soal microtransaction atau bug yang merusak game di hari pertama.

Duel Calon GOTY 2026

Horror King

Resident Evil Requiem

VS
RPG Masterpiece

Clair Obscur: Exp. 33

9.5 /10
User Score Imbang
9.5 /10
9 /10
Visual Fidelity
8.5 /10
8.5 /10
Replay Value
9 /10
9.5 /10
Optimisasi Day-1
8 /10

Pemenang

Resident Evil Requiem

Secara teknis dan polesan di hari peluncuran, RE Requiem unggul tipis berkat RE Engine yang sangat matang.

Perjalanan Menuju Puncak

Kesuksesan ini bukan kebetulan. Capcom sudah membangun momentum ini sejak tahun lalu. Strategi marketing mereka yang transparan—ngasih demo yang bisa dimainkan jauh hari—membangun kepercayaan gamer. Mereka nggak beli kucing dalam karung.

Roadmap Menuju Rekor 9.5

+2 bln

Reveal di SGF

Pertama kali dunia melihat Leon & Grace

+7 bln

Demo Publik

Playable demo di Gamescom & PAX West memukau fans

+3 hr

Rilis Global

Langsung meledak dengan 344k pemain di Steam

Rekor Metacritic

Skor User tembus 9.5, tertinggi dalam sejarah

Kesimpulan: Capcom Masih Raja

Buat gamer Indonesia, kehadiran Resident Evil Requiem ini jadi angin segar di tengah banyaknya game rilis “rusak dulu, perbaiki nanti”. Skor 9.5 di Metacritic itu validasi bahwa gamer sebenarnya simpel: kasih kami game bagus, performa lancar, tanpa omong kosong, dan kami akan puji setinggi langit.

Apakah wajib beli sekarang? Kalau kalian punya dana Rp 910.000 nganggur dan rindu horor berkualitas dengan action yang pol (apalagi settingnya 28 tahun setelah Raccoon City hancur, nostalgia hits hard), sikat langsung. Tapi kalau kalian tipe yang sabar, game Capcom biasanya sering diskon dalam 6 bulan ke depan.

Cuma satu pesan saya: Hati-hati spoiler. Dengan ratusan ribu orang yang lagi main sekarang, jangan sampai pengalaman kalian rusak cuma karena nggak sengaja lewat di beranda media sosial yang bocorin plot utamanya.

Kelebihan

  • Optimisasi PC juara (Jarang terjadi di 2026)
  • Fitur ganti kamera FPS/TPS sesuka hati
  • Grafis RE Engine memanjakan mata
  • Kombinasi Leon & Grace bikin cerita fresh

Kekurangan

  • Harga Rp 900rb+ cukup menguras kantong
  • Persyaratan spek Ray Tracing lumayan berat