Intel Bartlett Lake-S: 'Holy Grail' 12 P-Core yang Haram Disentuh Motherboard Gaming
CPUs

Intel Bartlett Lake-S: 'Holy Grail' 12 P-Core yang Haram Disentuh Motherboard Gaming

28 Februari 2026 | 6 Menit Baca | Wahyu Permana

Mimpi buruk para enthusiast menjadi nyata: CPU LGA 1700 dengan 12 P-Core tanpa E-Core akhirnya muncul di pasaran, tapi menolak booting di motherboard Z790 termahal sekalipun. Kenapa Intel melakukan ini?

Kalau ada satu hal yang selalu jadi perdebatan panas di forum-forum teknis sejak era Alder Lake, itu adalah eksistensi E-Core (Efficiency Core). Banyak dari kita yang merasa E-Core itu kadang cuma “gimmick” buat ngejar angka Cinebench, sementara buat gaming, latensi ring bus yang terbebani klaster E-Core malah kadang bikin stuttering mikro.

“Coba aja Intel bikin CPU isinya P-Core semua, 10 atau 12 biji gitu. Pasti the real gaming king,” begitu kira-kira narasi yang sering saya dengar.

Nah, kabar baiknya: CPU itu nyata. Namanya Intel Core 9 273PQE dari keluarga Bartlett Lake-S. Kabar buruknya: Kalian hampir pasti nggak bisa menyalakannya, bahkan kalau kalian punya motherboard sekelas ASUS ROG Maximus Z790 Apex yang harganya selangit itu.

Jujur saja, melihat situasi ini rasanya campur aduk. Di satu sisi, validasi teknis bahwa silikon 12 P-Core itu bisa diwujudkan di die size Raptor Lake yang dimodifikasi. Di sisi lain, ini adalah “pagar besi” yang dibangun Intel antara segmen consumer dan industrial.

Insiden Z790 Apex: Saat Hardware Sultan Menyerah

Baru-baru ini, seorang enthusiast dengan username “Talon2016” melakukan eksperimen nekat. Dia berhasil mendapatkan sampel retail dari prosesor flagship Bartlett Lake-S ini. Ingat ya, ini barang retail, bukan Engineering Sample (ES) ilegal yang biasa beredar di pasar gelap China.

Dia memasangkannya ke ASUS ROG Maximus Z790 Apex—motherboard yang secara sirkuit daya (VRM) dan tracing memori sebenarnya lebih dari mampu menangani arus sirkuit apapun yang dilempar Intel. Tapi hasilnya? Zonk. Sistem menolak untuk booting.

Kenapa Gagal Booting?

Secara elektrikal, pin LGA-1700 pada Bartlett Lake-S memang kompatibel. Masalahnya ada di Microcode dan Intel Management Engine (ME) firmware. BIOS motherboard konsumen (Z790/Z690) tidak memiliki lookup table untuk mengenali CPU ID dari varian “Core 200E” ini. Tanpa “handshake” digital ini, prosesor tidak akan diinisialisasi oleh chipset.

Ini bukan masalah daya. Ini masalah allowlist di level firmware. Intel secara spesifik mendesain chip ini untuk platform chipset industri seperti W680, R680E, dan Q670 yang punya firmware khusus.

Bedah Anatomi: Core 9 273PQE

Mari kita bedah makhluk apa sebenarnya Bartlett Lake-S ini. Secara fundamental, ini adalah silikon Raptor Lake yang diproses ulang di node Intel 7 (10nm Enhanced SuperFin). Namun, konfigurasi die-nya unik. Intel mematikan—atau mungkin secara fisik tidak mencetak—klaster E-Core Gracemont, dan menggantinya dengan area die yang didedikasikan sepenuhnya untuk 12 Raptor Cove P-Core.

Spesifikasi Core 9 273PQE (Bartlett Lake-S)

Arsitektur
Raptor Cove (Intel 7)
Konfigurasi Core
12 P-Core / 0 E-Core
Thread
24 Threads
Base Clock
3.4 GHz
Boost Clock
5.3 GHz (All-Core)
L3 Cache
36 MB
TDP (Base Power)
125W
Target Pasar
Network & Edge (NEX)

Yang menarik di sini adalah L3 Cache sebesar 36MB. Ini angka yang sama dengan i9-13900K atau 14900K, tapi di sini cache tersebut tidak perlu dibagi bandwidth-nya dengan E-Core. Secara teoritis, interconnect latency antar core bisa lebih konsisten. Ini krusial buat aplikasi edge computing yang butuh determinisme waktu nyata (real-time determinism), bukan sekadar throughput mentah.

Tapi buat gamer? Ini adalah konfigurasi idaman yang hilang. Bayangkan 12 core performa tinggi tanpa scheduler overhead Windows yang bingung lempar thread ke E-Core. Sayangnya, Intel memutuskan: “Ini bukan buat kalian.”

Realitas Pasar: Kenapa Bukan Buat Gamer?

Banyak yang bertanya, kenapa Intel membatalkan rencana merilis ini ke pasar DIY (Do-It-Yourself) consumer? Padahal rumor awal tahun lalu sempat kencang berhembus kalau Bartlett Lake akan jadi “penyelamat” soket LGA 1700 bagi mereka yang enggan pindah ke Core Ultra (Arrow Lake/LGA 1851).

Jawabannya murni bisnis dan segmentasi.

  1. Kanibalisme Produk: Jika Intel merilis CPU 12 P-Core yang kencang di gaming untuk LGA 1700, siapa yang mau beli Core Ultra series 200 (Arrow Lake) yang baru rilis? Penjualan platform baru LGA 1851 bisa terganggu.
  2. Yield & Cost: Membuat die besar dengan 12 P-Core yang valid semua itu mahal. Di pasar industrial/embedded, Intel bisa mematok harga premium.
  3. Fokus NEX (Network and Edge Group): Divisi ini butuh stabilitas jangka panjang dan fitur seperti ECC (Error Correction Code) memory serta vPro Enterprise yang wajib aktif. Fitur-fitur ini seringkali dimatikan atau tidak divalidasi di board consumer biasa.

Harga yang muncul di distributor Inggris (Mouser) juga bikin geleng-geleng kepala.

Harga Distributor (Estimasi)

Harga Satuan ~Rp 13,5 Juta
High
Konversi dari £657
Harga Bulk (10+) ~Rp 11,8 Juta
Konversi dari £579

Dengan harga setara Rp 13 jutaan (belum pajak masuk Indonesia), ini jauh lebih mahal dari i9-14900K sekarang. Jadi, argumen “opsi upgrade murah” juga langsung gugur.

Kronologi Pupusnya Harapan

Perjalanan Bartlett Lake ini seperti rollercoaster emosi buat pengamat silikon. Awalnya dirumorkan sebagai refresh budget, lalu jadi monster P-Core, dan akhirnya… dikunci di lemari besi industri.

Nasib Bartlett Lake-S

+1 thn

Pengumuman CES

Intel NEX mengumumkan Core 200E series untuk Edge.

+1 bln 4 mgg

Listing Retail

Distributor global mulai memajang SKU dengan harga fantastis.

Konfirmasi Inkompatibilitas

Talon2016 mengonfirmasi boot failure di Z790 Apex.

Relevansi untuk Kita di Indonesia

“Terus apa hubungannya sama kita, Bang?”

Begini, Indonesia itu pasar yang unik. Kita punya komunitas overclocking yang sangat kuat dan pasar grey market yang kadang ajaib. Barang-barang “limbah industri” atau “copotan server” sering masuk ke marketplace lokal beberapa tahun setelah rilis global.

Pelajaran dari kasus Core 9 273PQE ini adalah: Hati-hati saat berburu barang unik.

Jangan sampai nanti di tahun 2027 atau 2028, kalian nemu prosesor LGA 1700 “misterius” di marketplace dengan harga miring, lalu membelinya dengan harapan bisa dipasang di motherboard B760 atau Z790 bekas kalian. Kalau kodenya berakhiran “PQE” atau masuk seri “Core 200E”, itu hampir pasti jadi gantungan kunci mahal.

Kecuali kalian punya akses ke motherboard chipset W680 (Workstation) yang BIOS-nya rajin di-update, prosesor ini adalah no-go.

Kesimpulan: Sebuah Perpisahan yang Pahit

Soket LGA 1700 adalah salah satu platform dengan umur terpanjang dan paling sukses dari Intel dalam dekade terakhir. Dari Alder Lake yang revolusioner, sampai Raptor Lake yang kencang (meski panas). Bartlett Lake-S sebetulnya bisa menjadi lagu penutup yang manis—sebuah fan service bagi mereka yang mencintai performa raw P-Core.

Sayangnya, Intel memilih jalur pragmatis. Mereka mengunci potensi “Gaming King” ini di balik tembok industri. Chip ini akan menghabiskan sisa hidupnya mengatur lalu lintas data di menara seluler atau mengontrol lengan robot di pabrik, alih-alih merender frame rate tinggi di PC gaming kalian.

Buat kalian yang masih memegang Z790 Apex atau motherboard high-end LGA 1700 lainnya, i9-14900KS tampaknya tetap menjadi batas akhir perjalanan upgrade kalian.

Kecuali, tentu saja, suatu hari nanti ada “modder” BIOS jenius yang berhasil menyuntikkan microcode Bartlett Lake ke BIOS Z790. Tapi sampai hari itu tiba, Core 9 273PQE hanyalah buah terlarang yang cuma bisa kita lihat spesifikasinya, tapi tak bisa kita cicipi performanya. Kita tunggu saja apakah komunitas modder akan berhasil menjinakkan ‘prosesor gaib’ ini di masa depan.